Gadis Bond 007- Casino Royale

Gambar
Eva Green (Daily Mail)

London Berpose bugil di depan kamera harus punya keberanian ekstra. Namun gadis Bond, aktris Eva Green bersikap sebaliknya.

Green merasa tidak tidak percaya diri saat melihat foto tubuhnya tanpa balutan sehelai benang pun. “Aku merasa malu saat melihatnya, aku kok nggak pede yah dengan tubuh ku sendiri
Aktris yang berakting bareng Daniel Craig di film ‘Casino Royale’ itu difoto bugil untuk majalah Tatler terbitan Desember 2009. Green berpose sedang duduk di atas sebuah meja dengan membelakangi kamera.

Terlihat jelas sekali kalau perempuan kelahiran 5 Juli 1980 itu tidak berbusana sama sekali. “Aku sebenarnya lebih suka difoto dengan gaun,” imbuhnya.

Gaya Eva Green di majalah Tantler mirip dengan apa yang pernah dilakukan oleh artis Charlotte Rampling di 1973 silam. Saat itu, Rampling difoto bugil untuk majalah Vogue.

CEO Microsoft: Penjualan Windows 7 Fantastis


Penjualan Windows 7 (reuters)

Tokyo – Microsoft tampak puas dengan penjualan sistem operasi terbarunya, Windows 7. Bahkan CEO Microsoft Steve Ballmer, melabeli tingkat penjualan Windows 7 sebagai hal yang fantastis, karena melampaui pendapatan dari seluruh versi Windows sebelumnya dalam 10 hari pertama peluncuran.

“Windows 7 adalah sebuah contoh inovasi yang saya kira penting keberadaanya di pasar teknologi,” ucap Ballmer dalam sebuah konferensi pers yang diselenggarakan di Tokyo, Jepang.

Menurut data dari NPD Group Inc, penjualan Windows 7 di retail mencapai 234 persen lebih tinggi dalam beberapa hari sejak rilisnya, jika dibandingkan dengan Windows Vista. Jumlah pendapatan yang diraih Microsoft pun 82 persen lebih besar.

Di sisi lain, peluncuran Windows 7 juga ikut mendorong penjualan komputer personal. Penjualan PC meningkat hampir 2 kali lipat sejak Windows 7 dirilis dan persentase penjualan mencapai 49 persen lebih tinggi dibandingkan periode tahun sebelumnya.

Debut global Windows 7 memang pada umumnya mendapat sambutan yang bagus, baik bagi para analis teknologi maupun para user. Software ini dinilai sebagai sebuah perkembangan pesat ketimbang Windows Vista yang sering dikritik sebagai produk gagal.

Microsoft sepertinya mengevaluasi diri setelah Vista dianggap mengecewakan. Mereka bekerja lebih erat dengan para developer software, produsen komputer dan para user dalam memproduksi Windows 7

WHO: Seks, Alkohol dan Lemak Pembunuh Terbesar Manusia

img
(Foto : bbc)

Jakarta, Badan kesehatan dunia (WHO) berusaha mengingatkan publik betapa pentingnya menjaga kesehatan. Setidaknya ada 3 penyebab kematian terbesar yang menimpa hampir 60 juta orang tiap tahunnya di dunia, diantaranya seks bebas, alkohol dan lemak.

Tak hanya 3 hal di atas yang coba diingatkan WHO, tapi masalah gizi buruk, sanitasi dan tekanan darah tinggi juga memicu kematian tinggi pada manusia, baik anak-anak maupun dewasa.

Masalah gizi dianggap sebagai masalah yang kontradiksi di beberapa negara. Sementara negara-negara miskin menderita gizi buruk, negara kaya justru menderita obesitas. Dan obesitas menyebabkan kematian yang lebih besar daripada kurang gizi. Untuk itu, WHO merasa perlu memberi peringatan kembali pada publik.

“Mengetahui faktor risiko penyakit sejak dini dan meningkatkan kesadaran publik bisa mengurangi berkembangnya penyakit, dan secara otomatis meningkatkan pendapatan negara, terutama negara-negara miskin,” ujar perwakilan WHO dalam laporan Global Health Risks seperti dikutip dari Reuters, Rabu (28/10/2009).

WHO juga melaporkan bahwa meskipun beberapa risiko penyakit seperti merokok dan obesitas berhubungan dengan negara maju berpendapatan tinggi, tapi ternyata hampir 3/4 penyakit yang diakibatkan faktor tersebut justru terjadi di negara miskin dan berkembang.

“Dunia saat ini sedang disibukkan dengan usaha melawan penyakit infeksi, tapi masyarakat tidak boleh lupa dengan risiko penyakit fisik lainnya yang berhubungan dengan konsumsi makanan, alkohol dan tembakau,” jelas WHO.

Organisasi kesehatan PBB yang berbasis di Geneva itu pun melaporkan setidaknya ada 6 faktor penyebab kematian terbesar di dunia, berdasarkan data dari tahun 2004 hingga kini, yaitu tekanan darah tinggi (menyumbang 13 persen kematian dunia), konsumsi tembakau (9 persen), kadar glukosa tinggi (6 persen) dan obesitas (5 persen), seks bebas dan alkohol.

Faktor-faktor itu adalah penyebab penyakit-penyakit kronis pembunuh manusia, yaitu jantung, diabetes, kanker yang terjadi di hampir seluruh kelompok negara (miskin, berkembang, maju). “Data itu seharusnya menjadi peringatan khusus untuk masyarakat, karena terjadi hampir di seluruh belahan dunia,” papar WHO.

Namun data dari National Statistic tahun 2007, tingkat kematian manusia akibat alkohol adalah 13 persen, dan paling tinggi terjadi di negara Eropa. Sebanyak 85 persennya adalah penyebab penyakit kronis mulai dari liver hingga sirosis (pengerasan hati). Tingkat konsumsi masih lebih banyak pada pria (18,1%) dibanding wanita (8,7%).

Sementara itu, meskipun belum diketahui berapa persen jumlah pasti penyakit yang disumbangkan akibat seks bebas, namun faktor ini harus tetap diwaspadai. Karena justru lebih banyak terjadi di negara miskin dan bisa merembet pada penyakit lainnya yang juga menyebabkan kematian, seperti infeksi menular seksual, kanker hingga AIDS.

CDC memperkirakan hampir 50 jenis mikroorganisme bisa menular lewat seks, salah satunya yang paling berbahaya adalah HIV. Data CDC tahun 2007 memperkirakan ada 33,2 juta orang di dunia yang terinfeksi virus HIV, dan membunuh 2,1 juta orang tiap tahunnya, termasuk 330.000 diantaranya tergolong anak-anak. Hampir 3/4 kematiannya terjadi di Afrika.